Hendak
andil dalam balapan skutik? Jangan hanya performa mesin yang mesti
diperhatikan. Handling besutan juga jadi hal yang penting. “Soalnya bila
hal tersebut enggak ikut diperhitungkan, maka akan berpengaruh besar
terhadap konsentrasi si pembalap,” ujar Mariasan Kocek, pembalap
nasional yang sekarang ‘menukangi‘ tim balap skutik JP Racing.
Berbicara
soal handling, maka fokus urusannya pada bagian sokbreker (depan dan
belakang). Bagaimana karakter peranti peredam kejut yang pas, buat
melibas sirkuit Sentul kecil? Simak yang berikut.
Sokbreker Depan
Apa
yang dibuat pabrikan buat sok depan, tentu buat kenyamanan berkendara
dan bukan untuk keperluan balap. Oleh karenanya buat pemakaian ekstrem
di lintasan balap, mesti ada penyesuaian. “Yang jelas sok mesti
disetting agar efek ayunannya lebih keras. Jadi ketika dipakai melibas
tikungan lebih stabil,” ujar pembalap kelas seeded berpostur langsing
ini.
Pada Yamaha Mio dan Suzuki Spin penyesuaian yang dipakai
dengan menambahkan oli khusus sok ke dalam tabung. Banyaknya cairan
tambahan yang dimasukkan sekitar 30-50 cc. “Itu buat masing-masing
tabung ya,” terang Aldhie, dari Bike.rider Shop di Jl. Kalimalang,
Jaktim. Oh ya agar oli yang masuk ke dalam tabung sokbreker depan baik
sisi kiri maupun kanan pas ukurannya, ada baiknya bila saat melakukan
penambahan sekalian ganti oli sok yang baru (gbr.1). Untuk cara ganti
olinya enggak beda dengan saat ganti oli sok standar.
Selain
dengan menambahkan oli, ada juga cara yang bisa dilakukan. Menurunkan
tinggi batang sok, juga mampu membuat efek ayunan sok tersebut jadi
lebih keras (gbr.2). “Paling banter turunnya batang sok 15 mm. Caranya
dengan mengendurkan baut pengikat batang sok, lalu dorong sok ke atas,”
tegas pria berkulit putih ini.
Buat Honda Vario selain bisa
memakai trik yang sama dengan Mio dan Spin, juga ada trik lain yang bisa
digunakan. Mengganti per sok standar dengan punya Honda Karisma, akan
membuat sok depan Vario lebih keras. “Meski enggak sebanyak bila pakai
per standar, oli saat ganti per bawaan Karisma juga tetap mesti
ditambah,” ujar Marko, panggilan Mariasan Kocek.
Sokbreker Belakang
Lebih
keras dari bawaan pabrik juga mesti diterapkan buat aplikasi pada
bagian buritan. Bila kondisi sok belakang terlalu lembut, maka saat
menghajar tikungan besutan akan banyak mengayun.
“Sebaliknya bila
terlalu keras, keluar tikungan saat gas dibuka traksi ban dengan aspal
lintasan akan berkurang. Akibatnya tunggangan bisa melintir keluar
trek,” terang Marko. Nah untuk mengatasinya, solusinya bisa dengan
memakai sok belakang aftermarket dengan kekerasan per yang bisa
disetel.(gbr.3). Sehingga saat pembalap merasa rebound sok terlalu
keras, maka ayunan per bisa diperlembut.
“Akan lebih yahud bila
pilih sok yang kekerasan per atau rebound pada pipa sulingnya bisa
disetel sesuai keinginan pembalap,” kata pria berbobot 51 kg ini. Buat
penyetelan kekerasan per, semakin setelannya diputar kekanan maka ayunan
per akan lebih keras. Pun demikian saat menyetel rebound pada pipa
suling. Diputar kekanan berarti membaut rebound lebih keras (gbr.4).
Soal harga sok aftermarket buat skutik balap, di toko-toko aksesori banderolnya Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta.
Untuk
meningkatkan daya atau power mesin motor standart yang biasa disebut
tune up, perlu diusahakan perubahan-perubahan pada beberapa hal :
- Meningkatkan / menaikkan perbandingan kompresi.
- Memperbaiki porting IN maupun EX supaya pemasukan bahan bakar menjadi lancar dan baik.
- Merubah durasi, Lift noken as.
- Mengubah pengapian (apabila dalam perlombaan diperbolehkan).
- Mengubah rasio dengan Close Rasio.
- Setting karburator.
KOMPRESIMeningkatkan
perbandingan kompresi (Compretion Ratio = CR) adalah cara awal yang
ditempuh oleh para mekanik untuk meningkatkan power mesin. Namun
demikian untuk meningkatkan perbandingan kompresi perlu diperhatikan
beberapa faktor, antara lain :
- Bahan bakar yang digunakan.
- Kwalitas piston yang digunakan.
CARA MENAIKKAN KOMPRESI :
- Mengganti piston dengan model racing.
- Mendekatkan deck clearance.
- Membubut Head.
- Mengelas Head.
- Membubut Blok dan Piston.
CARA MENURUNKAN KOMPRESI :
- Merimer dome pada head.
- Memperdalam coakan klep pada piston.
- Membubut piston.
KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN KOMPRESI TINGGI :
- Power mesin meningkat.
- Final gear menjadi berat.
- Power mesin terasa dari putaran bawah sampai atas.
KERUGIAN MENGGUNAKAN KOMPRESI TINGGI :
- Mesin menjadi cepat panas.
- Engine break menjadi besar dan kasar.
- Apabila perhitungan kompresi tidak tepat, sering terjadi detonasi.
Untuk
mengetahui / menghitung perbandingan kompresi (CR) dari satu mesin,
kita perlu mengetahui dulu volume silinder yang akan dikerjakan.
CONTOH PADA MESIN JUPITER Z O/S 100Bore atau D : 52 mm = 5,2 Cm
Stroke 54 mm = 5,4 Cm
= 0,785 x 5,22 X 5,42
= 114,62 cc
≈ 115 cc
CONTOH PADA JUPITER Z O/S 100Volume ruang bakar diukur dengan buret lewat busi adalah 14,55 c
Jadi Volume ruang bakar 14,55 cc – 0,7 cc = 13,85
( 0,7 cc adalah Volume Ruang Busi )
Cara menentukan berapa cc isi ruang bakar yang harus kita pakai pada perbandingan kompresi yang sudah kita tentukan.
Misalnya kita menginginkan perbandingan kompresi 1 : 14 berapa volume ruang bakarnya ?
Berarti apabila kita menginginkan perbandingan kompresi 1 : 14, isi ruang bakar harus 8,84cc.
PORTINGMaksud
dari mengubah porting adalah usaha untuk meningkatkan atau memperbaiki
efisiensi volumetric dengan mengoptimalkan aliran gas ke dalam ruang
bakar.
Ada 3 faktor yang menentukan besarnya tenaga pada sebuah mesin :
1. Efisiensi mesinyaitu seberapa dorongan pada piston yang dihasilkan oleh gaya putaran fly wheel.
2. Efisiensi thermal (panas)yaitu
seberapa banyak bahan bakar yang harus dibakar/ dipanaskan dalam
silinder untuk mendorong piston turun menuju TMB secara efisien.
3. Efisiensi volumetricyaitu membuat saluran / ukuran yang tepat untuk memompa gas secara optimal.
Macam Macam Bentuk PortingDalam
modifikasi, Head usahakan agar tidak mendapat hambatan apapun, misalnya
lubang intake dengan lubang manifold atas juga harus sama dengan joint /
karet manifold, usahakan dalam merimer supaya tidak ada ruang yang
menyudut.